Tolong hentikan Tuhan.
Sunday, November 7, 2010
Hei Tuhan,aaapakah Kau dengar.
Jeeerit umatmu,disela tebalnya debu.
Hei Tuhan,adakah Kau murung.
Melihat beribu wajah berkabung
Di sisa gelegar Galunggung (MERAPI).
Hei Tuhan,tamatkan saja.
Cerita pembantaian orang desa .
Yang jelas hidup tak manja.
Hei Tuhan,katanya Engkau Maha Bijaksana.
Tolong Galunggung (MERAPI) pindahkan ke NERAKA.
Dimana tempat sgala macam dosaaaa...
Berat beban Kau datangkan.
Pada mereka di sana.(Yogyakarta)
Cela apaaa,nista apaaaaa....
Hingga Engkau begitu murka.
Sungguh ku tak mengerti.
Hingar tangis,karena azab-Mu.
Setiap detik duka berpadu.
Semakin keras,jerit tak puas.
Dari mereka yang resah bertanya.
Adilkah keputusan-Mu.
Acap kali,rintih memaki.
Setiap duka tuding ILLAhi.
Jangan salahkan kecewa kami.
Bosan dalam irama takdir-Mu.
Walau bukan mengganggu.
Bukankah Kau Maha Tahu.
Pengasih Penyayang.
Namun mengapa,selalu saja.
Itu hanya cerita.
Heeeei,Tuhaaaaann.
Tolong buktikan.
Heeeei Tuhaaaaann.
Dengar rintihan.
Amuk lahar yang datang hanguskan bumi....
Tinggalkan arang penghuni desa pergi.....
Gemuruh batu hancurkan saudaraku......
Ulurkan tangan bantulah sesama-mu....
Disat kita asyik makan,asyik minum
Mereka haus,mereka lapar,mereka lapar,mereka lapar
Mereka lapar!
Read more...